Skip to main content

Mahabbah Group

06/01/2026 Edukasi

Lantai Keramik Kopong? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

Lantai keramik kopong sering terjadi pada rumah baru maupun renovasi. Tandanya adalah bunyi kosong saat diketuk atau diinjak, dan pada kondisi tertentu keramik dapat bergeser bahkan terangkat.

Masalah ini sering dianggap sepele di awal. Padahal, jika dibiarkan, keramik kopong dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih luas dan membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.

Baca Juga: Jenis Lantai Rumah yang Paling Populer

Apa Itu Lantai Keramik Kopong?

Lantai keramik kopong terjadi karena perekat tidak menempel sempurna, sehingga terbentuk rongga udara di bawah keramik. Kondisi ini menimbulkan bunyi kosong dan melemahkan daya rekat lantai.

Beberapa penyebab lantai keramik kopong yang umum ditemui di lapangan antara lain:

1. Adukan Tidak Merata

Perekat atau adukan hanya menempel di sebagian area, sehingga tidak menopang keramik secara menyeluruh.

2. Kondisi Lantai Dasar Masih Lembap

Lantai yang belum kering sempurna membuat daya rekat melemah dan mudah terlepas seiring waktu.

3. Komposisi Adukan Tidak Sesuai

Campuran semen dan pasir yang kurang tepat atau kualitas bahan yang rendah dapat mengurangi kekuatan ikatan.

4. Pemasangan Terlalu Terburu-buru

Proses pemasangan tanpa kontrol teknis sering mengabaikan detail penting seperti ketebalan adukan dan tekanan pemasangan.

5. Tidak Adanya Celah Muai

Keramik membutuhkan ruang untuk memuai. Tanpa celah yang cukup, tekanan dapat membuat keramik terangkat atau kopong.

Kenapa Keramik Kopong Tidak Boleh Dibiarkan?

Keramik kopong bukan hanya mengganggu kenyamanan. Rongga di bawahnya membuat beban tidak merata dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai masalah antara lain:

1. Keramik retak atau pecah.
2. Keramik terangkat.
3. Kerusakan merambat ke area sekitarnya.
4. Semakin lama dibiarkan, semakin luas area yang berpotensi rusak.

Cara Menangani Lantai Keramik Kopong dengan Benar

Penanganan lantai keramik kopong tidak bisa asal ditambal. Pendekatan yang tepat meliputi:

1. Identifikasi Area Kopong

Periksa sejauh mana keramik yang terdampak, apakah lokal atau sudah menyebar.

2. Evaluasi Penyebab Utama

Pastikan sumber masalah diketahui, apakah karena kelembapan, metode pemasangan, atau kualitas adukan.

3. Perbaikan Struktur Pemasangan

Keramik yang sudah kopong sebaiknya dibongkar dan dipasang ulang dengan metode yang benar, bukan hanya diisi dari atas.

4. Finishing Setelah Masalah Teratasi

Perbaikan akhir dilakukan setelah sistem pemasangan kembali sesuai secara teknis.

Penanganan Tepat Menentukan Keawetan Keramik

Lantai keramik kopong menandakan masalah pada proses pemasangan atau kondisi lantai dasar. Meski terlihat ringan, kondisi ini perlu ditangani secara teknis agar tidak berkembang menjadi kerusakan serius.

Dengan pemeriksaan yang tepat, potensi masalah dapat dicegah sejak awal sebelum biaya membengkak. Jika mengalami keramik kopong atau terangkat, hubungi Mahabbah Group di 0812-1800-8280 untuk konsultasi solusi teknis yang aman dan tahan lama.

Leave a comment